Jendela Luluk

Tuesday, February 14, 2006

 

Berdua



Selama 10 hari penuh, saya menghabiskan waktu berdua saja dengan seorang sahabat. Oh, tentu saja dia perempuan. Tugas dari kantor membawa kami ke tempat yang sama sekali berbeda dari lingkungan tempat kami biasa tinggal. Yang nyata terasa adalah suhu udara yang luar biasa dingin, makanan yang kurang menggugah selera, penggunaan bahasa asing dalam percakapan sehari-hari, pakaian muslimah kami yang selalu menarik ‘perhatian’, juga peraturan dan etiket tersendiri yang tidak bisa diabaikan.

Pada hari-hari pertama, semua terasa lancar dan menyenangkan. Namun saat tubuh mulai terasa penat, emosi mulai meningkat, dan biasanya diikuti jalan pikir yang pendek, masing-masing dari kami mulai muncul ‘aslinya’. Yang satu inginnya selalu rapi, satunya berantakan. Yang satu terlalu banyak mengingatkan, satunya lagi lebih banyak diam. Yang satu pelupa, satunya ceroboh. Yang satu cuek saja mati gaya asal tidak kedinginan, satunya lagi selalu minta pendapat akan kesesuaian warna & model pakaian (walaupun pada akhirnya menyerah juga tabrak lari karena kedinginan). Yang satu suka sekali memotret dengan kameranya, satunya lagi harus selalu memotret berulang kali, khawatir dikomentari si tukang potret karena hasilnya kurang optimal (“Yaaah, kok miring sih?” atau “Yah, ini mah goyang kameranya, nggak fokus nih..” atau “Aduh, tulisannya kok malah ketutupan tiang sih??). Hal-hal kecil dan sepele bisa menjadi sumber dari tidak berinteraksinya kami berdua selama beberapa menit. Walau tidak sampai saling benci, beberapa tarikan nafas panjang menandai usaha kami untuk menghilangkan pikiran negatif masing-masing.

Intermezzo: [Waw, bagaimana nanti dengan ‘pasangan hidup’ ya? Bukankah laki-laki dan perempuan punya perbedaan besar? Dan dengan-‘nya’ tidak hanya 10 hari, tapi seumur hidup! Argh!] :-)

Oh ya, saya teringat seorang ibu –rekan kerja- mengSMS sesaat sebelum kami berdua berangkat: “Both of u will be fine, saling mendukung & toleransi ya. Dibawa enak aja. Safe trip!”

Hmm... Saling mendukung, toleransi dan dibawa enak aja. Sip deh, bu!
Kalau boleh, mungkin bisa ditambah saling jujur dan percaya. Jangan hanya diam memendam pendapat, tapi coba aktif berkomunikasi. Saling menghargai, saling membantu, usahakan selalu berfikir positif dan selalu memberikan yang terbaik pada yang lain. (Lha, jadi banyak gini??!) :p
Kembali ke atas. Ehm.. walaupun keunikan masing-masing pribadi mewarnai saat-saat kami menghabiskan waktu bersama, saya tak akan pernah lupakan eratnya jabat tangan saat kami berada di beberapa lokasi fantastis yang kami kunjungi, berteriak kegirangan, dan mengucapkan ungkapan yang selalu sama: “Subhanallah... Gila, keren banget!” . Oh, juga saat sama-sama mengumpat kesal ketika yang satu lupa membawa kamera, yang satunya lagi kehabisan baterai kamera (setelah secara tidak sengaja malam-malam tersasar ke daerah China Town yang tengah merayakan Tahun Baru Imlek! Ouch!!). Hmm... Kami memang perpaduan yang aneh. :D

Ya. London, Paris dan Amsterdam menjadi bonus tugas kami mengikuti rangkaian workshop yang mendebarkan di Aberdeen, Skotlandia. Syukur Alhamdulillah, kami berdua telah melewatinya.

Gw rasa, gw nggak akan mampu kalo perginya nggak sama lo, i.
Makasih udah bisa sabar ngadepin gw.

You’re the best! ;)

Comments:
Pergi bareng sama Ai 10 hari...wuih nggak kebayang Luk...pasti seru! Udah makannya banyak, suka lupa mbayar lagi!! hehe, ini boongnya. yang benernya: no one perfect Luk..lha kita juga nggak perfect...yang penting sih selalu ingat supaya kita nggak maksain orang lain menjadi seperti yang kita inginkan...ya nggak?
 
wah, asik banget jalan jalan, eh itu jalan ato tugas sih? pokoknya neh jalan deh tetep asek
 
ikuuuuuuuuuuuuuuuuuuuud........!

*tereak histeris*
 
- Tul, Bu Mufid!

- Tugas sih, Ling. Tapi namanya jg anak muda (cyaaa... muda?), ya dimanfaatin deh buat jalan-jalan. Eropa gitu loh.. ;p

- Wah, telat Dats. Maap yak! ;) *tepuktepukpundakDidats*
 
Pernah juga pergi keluar kota bareng teman-teman. Tau-tau mood gw drop karena gw merasa teman gw agak lelet kalau ngapa-ngapain, kurang gerak cepat gitu loh. Karena udah enggak mood, udah deh, gw udah enggak menikmati lagi. Tapi emang kalau dalam perjalanan, hal-hal seperti itu suka muncul dengan sendirinya, mungkin karena capek kali ya.
 
bonusnya gile beneeeerrr..! wah jadi cowok emang lebih enak yah. akur ayo bareng jalan, gak seneng ya jalan sendiri saja! hehe..
 
Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]





<< Home

Archives

July 2004   August 2004   September 2004   October 2004   November 2004   December 2004   January 2005   February 2005   March 2005   April 2005   May 2005   June 2005   July 2005   August 2005   September 2005   October 2005   November 2005   December 2005   February 2006   March 2006   April 2006   May 2006   December 2006   February 2007   May 2007   March 2008   April 2008   May 2008   June 2008   November 2008   January 2009   May 2009   June 2009   December 2009   November 2010  

This page is powered by Blogger. Isn't yours?

Subscribe to Posts [Atom]