Saturday, May 10, 2008

Difoto yuk, Wanda!



Apa sensasi yang kamu rasakan waktu dirimu difoto orang lain? Senang. Pasti senang. Seperti saat mematut bayangan diri di depan cermin --semakin sempurna penampilan, bertambah lebar senyum kamu kembangkan.

Pengalaman difoto memberikan harapan akan cerminan diri yang sempurna pada foto yang akan dihasilkan. Demi itu pulalah, tanpa disadari otot-otot wajah tertarik membentuk senyuman. Hehe.. menulis inipun, membuatku tersenyum. :)

Di ujung desa nun jauh di atas gunung, Wanda tahu ada yang akan memfotonya. Benda kotak hitam itu pasti alat untuk memfoto. Dia tahu itu, meski sepanjang ingatannya, tidak ada yang pernah memfotonya. Wanda senang, tapi malu. Aku belum mandi! jeritnya.



Ibu mana yang tak senang anaknya difoto? Foto bisa ditempel di tembok ruang tamu, dipamerkan kepada setiap yang datang ke rumah, atau di waktu-waktu yang akan datang, dapat dilihat-lihat sendiri untuk mengenang masa kecil sang buah hati. Anak-anak akan tetap menjadi anak-anak di hati orangtua mereka, bukan? :)

'Itu Wanda waktu umur 3 bulan', tunjuk sang ibu. 'cuma 1 itu aja foto yang ada'.
'Sekarang mah udah segede ini', tangannya menepuk pelan lengan Wanda, yang sekarang sibuk menarik reisluiting baju terbaiknya. Tak lupa topi turut disematkan.



Sekarang coba lihat! Ini dia Wanda. Memegang foto diri yang diambilkan ibu dari tembok di atas pintu. Tanpa dikomando, senyumnya mengembang. Dia senang ada yang memfotonya. Ah, kami pun senang dengan senyum manismu, Wanda. Jadi anak yang baik yaa!

#Pictures taken with Pentax K10D + DA18-55mm

Wednesday, April 09, 2008

Teh Listy dan quote-nya

09/04 09:00 Teh Listyana, rekan di RMI Bogor, mengirimkan sms:

"Mbak luluk, makasih ya buat pinjeman bukunya, saya baru selesai dg Tuesdays with Morrie, hehe.. Saya nangis, padahal lagi di Stasiun Tanjung Barat, isi bukunya bukan sekedar indah, tapi kisah nyata yang memberi inspirasi dan pencerahan buat pembacanya. Kata Gus Dur, adalah orang BODOH yang meminjamkan buku pada orang lain & hanya orang GILA yang mengembalikan bukunya. Saya nggak mau jadi ORANG GILA."

-Untuk Gus Dur: what a fantastic quote! :-)
-Untuk Teh Listy: KEMBALIKAN BUKUKU..!!! (gggrrrhhhhh....)

Monday, April 07, 2008

what does love mean?

Chida, a friend who sent this message to me, said: it’s “tooth-achingly sweet”. :)

---

A group of professional people posed this question to a group of 4 to 8 year-olds, "What does love mean?"

The answers they got were broader and deeper than anyone could have imagined. See what you think:

"When my grandmother got arthritis, she couldn't bend over and paint her toenails anymore.

So my grandfather does it for her all the time, even when his hands got arthritis too. That's love." (Rebecca- age 8)

"When someone loves you, the way they say your name is different. You just know that your name is safe in their mouth." (Billy - age 4)

"Love is when a girl puts on perfume and a boy puts on shaving cologne and they go out and smell each other." (Karl - age 5)

"Love is when you go out to eat and give somebody most of your French fries without making them give you any of theirs." (Chrissy - age 6)

"Love is what makes you smile when you're tired." (Terri - age 4)

"Love is when my mommy makes coffee for my daddy and she takes a sip before giving it to him, to make sure the taste is OK." (Danny - age 7)

"Love is when you kiss all the time. Then when you get tired of kissing, you still want to be together and you talk more. My Mommy and Daddy are like that. They look gross when they kiss" (Emily - age 8)

"Love is what's in the room with you at Christmas if you stop opening presents and listen." (Bobby - age 7)

"If you want to learn to love better, you should start with a friend who you hate," (Nikka - age 6)

"Love is when you tell a guy you like his shirt, then he wears it everyday." (Noelle - age 7)

"Love is like a little old woman and a little old man who are still friends even after they know each other so well." (Tommy - age 6)

"During my piano recital, I was on a stage and I was scared. I looked at all the people watching me and saw my daddy waving and smiling. He was the only one doing that. I wasn't scared anymore." Cindy - age 8)

"My mommy loves me more than anybody. You don't see anyone else kissing me to sleep at night." (Clare - age 6)

"Love is when Mommy gives Daddy the best piece of chicken." (Elaine-age 5)

"Love is when Mommy sees Daddy smelly and sweaty and still says he is handsomer than Robert Redford." (Chris - age 7)

"Love is when your puppy licks your face even after you left him alone all day." (Mary Ann - age 4)

"I know my older sister loves me because she gives me all her old clothes and has to go out and buy new ones." (Lauren - age 4)

"When you love somebody, your eyelashes go up and down and little stars come out of you." (Karen - age 7)

"Love is when Mommy sees Daddy on the toilet and she doesn't think it's gross." (Mark - age 6)

"You really shouldn't say 'I love you' unless you mean it. But if you mean it, you should say it a lot. People forget." (Jessica - age 8)

And the final one -- Author and lecturer Leo Buscaglia once talked about a contest he was asked to judge. The purpose of the contest was to find the most caring child. The winner was a four year old child whose next door neighbor was an elderly gentleman who had recently lost his wife. Upon seeing the man cry, the little boy went into the old gentleman's yard, climbed onto his lap, and just sat there.

When his Mother asked what he had said to the neighbor, the little boy said, "Nothing, I just helped him cry".

---

your turn now. what does love mean to you? :)

Friday, April 04, 2008

Launching Buku Mengenang 100 Tahun HAMKA


Iseng ngebet koran pagi ini dan nggak sengaja “nemu” pemberitahuan acara launching buku Mengenang 100 tahun HAMKA di Al-Azhar Kebayoran Minggu lusa. Saya seumur-umur baru baca mahakarya beliau yang jadi bacaan wajib kala sekolah dulu: Di Bawah Lindungan Ka'bah (Balai Pustaka, 1936) dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (Balai Pustaka, 1937). Malu juga, dan ini bikin penasaran saya akan buku baru mengenang diri beliau. Juga, wuuh, para pengisi acaranya asik punya! Ah, andai saja saya sudah punya lensa tele untuk “nangkep” orang-orang penting ituh, hehe..

Oke, Minggu 6 April – Aula Buya Hamka, Al-Azhar Kebayoran. Marked!

Tuesday, April 01, 2008

Kue Kacamata

Kemarin pagi, ibu saya terlihat lebih sibuk dari biasanya. Ngutek-ngutek sendiri di dapur, dan tak lebih dari jam 10 pagi sudah terlihat hasilnya: berpotong-potong kue seperti gambar disamping: pisang nangka dalam balutan singkong parut campur gula Jawa yang direbus dalam gulungan daun pisang. Sebelum disajikan, taburan kelapa parut menambah cita rasa gurih kue tradisional ini.
Seingat saya, penganan ini banyak beredar kala saya duduk di bangku sekolah dasar. Citra penjualnya pun masih terekam baik dalam kepala. Seorang ibu paruh baya dengan rambut tergelung, mengenakan kain lusuh, dan membawa bakul serupa dengan bakul jamu berisi aneka jajanan pasar pemuas selera bocah-bocah cilik ingusan di SD kampung saya. Untuk penganan serupa yang ibu saya buat ini, saya ingat betul namanya kue kacamata.
Karena hari sebelumnya ada kegiatan di lapangan, hari itu saya berangkat ke kantor agak siang dengan berbekal sekotak mahakarya ibu. Ita, seorang rekan kerja, dengan sumringah mengingatnya sebagai kue mata bagong. Arafat lain lagi, di daerah asalnya di Pontianak, dia pernah membantu membuat kue ini dari sekian banyak jajanan pasar yang dijual ibunya ke pasar. Jadi ingat kampung halaman aku, katanya. Ai, sohib dekat, ngotot menamakan kue ini sebagai kue pelangi, akibat dulu sewaktu kecil adonan singkong parut-nya berwarna-warni laksana pelangi. Poppy, asal Medan, bernostalgia pernah membuatnya ini bersama teman-teman SD-nya.
Wah, gile! Kue sesederhana ini ternyata dikenali semua yang mencicipinya. Tak disangka, kepopuleran kue kacamata menyebar dari Sumatera, Jawa, sampai Kalimantan.
Yeah, kue kacamata menyatukan Indonesia! :)

Thursday, March 20, 2008

Half-brilliant

Hai! Halo! Apa kabar semua? Lama tak bersua, tentu banyak perubahan yang terjadi di sekeliling kita. Alhamdulillah sekarang saya sudah back for good (istilah kerennya, hehe..) ke Jakarta -Indonesia tercinta. Cukup sudah setahun di Belanda mengejar impian: merasakan belajar di lingkungan serba asing, mencermati perilaku serba unik penduduknya dan menjelajah Eropa daratan dalam situasi serba keterbatasan.. errr.. pernah denger istilah backpacking kan? ;)

Proses adaptasi dan sambutan dari orang-orang tercinta di tanah air cukup membuat shock. Kesemrawutan lalu lintas dan ketidakdisiplinan warga Jakarta kembali menyapa keseharian saya. Pujian berlebih dari hampir semua sahabat dan rekan kerja tak urung membuat risih telinga. Guys, gue cuman setaun di Belanda. Antara belajar dengan maen, perasaan malah lebih banyak maen-nya. Dan saya (gilanya) merasa nggak ada perubahan berarti dalam hidup. Nambah pengalaman... ya. Nambah teman... tentu saja. Nambah ilmu... sedikit. Tapi saya HAPPY. Sangat HAPPY bisa merasakan itu semua.

Ah, dari radio ibu saya di dapur sayup-sayup terdengar James Blunt mendendangkan You're beautiful. "My life is brilliant..., My life is pure..."

Beranikah saya bilang "my life is brilliant"?
Jangan dulu, bodoh! Ada 1 hal yang semua orang tahu belum bisa saya capai. The you-know-what thing. Pastinya bukan hal yang 1 ini: muncul di salah satu foto pada artikel majalah Intisari edisi Maret 2008, bareng temen-temen 1 angkatan penerima beasiswa StuNed 2006-2007. Si baju putih jilbab biru berdiri ketiga dari kanan. Saya bukan politisi, tokoh masyarakat, apalagi public figure, jadi waktu muka saya nongol di majalah, senangnyaaa bukan main. Boleh deh kalau karena ini saya bilang.. my life is half-brilliant. :D

PS: Thanks to Wahyu untuk scan majalahnya.