Jendela Luluk

Wednesday, August 10, 2005

 

Vaksinasi Hepatitis B

Image hosted by Photobucket.com Sudahkah Anda divaksin Hepatitis B? Jika belum, datanglah ke PKM -Pusat Kesehatan Mahasiswa UI. Dari Bulan Mei sampai Agustus ini, ada vaksinasi murah dengan biaya sebesar Rp.65.000,- per 1 kali suntik. Menurut teman saya, ini termasuk murah karena biasanya jenis vaksinasi ini bila dilakukan di rumah sakit bisa mencapai Rp.300.000,-

Vaksinasi hepatitis B dilakukan dengan 3 kali penyutikan. Antara penyuntikan 1 dan 2 dibutuhkan selang waktu 1 bulan. Untuk penyuntikan ke-3, dilakukan 6 bulan kemudian dan vaksin ke-3 ini berfungsi sebagai booster sehingga akan dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu apakah titer hasil penyuntikan sebelumnya masih tinggi atau tidak. Jika masih tinggi, penyuntikan akan ditunda sampai titernya rendah.

Satu syarat utama sebelum melakukan vaksinasi hepatitis B adalah melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui positif atau tidaknya kita menderita hepatitis B. Kalau kita sudah positif menderita hepatitis B, ya buat apa divaksin kan? :) Test pack untuk pemeriksaan hepatitis B mirip dengan test pack kehamilan. Bedanya, jika tes hamil menggunakan urin, maka tes hepatitis menggunakan darah yang diambil dari ujung jari tengah. Jika darah pada test pack membentuk 2 garis, berarti positif terkena hepatitis B. Menurut saya, tahap inilah yang paling mendebarkan, karena –lepas dari kita boleh divaksin atau tidak- disinilah kita divonis positif / tidaknya kena hepatitis B. Menurut dokternya, di kampus Salemba sudah ada beberapa mahasiswa yang positif, tetapi di kampus Depok tidak ditemukan 1 orang pun.

Oh ya, tentu saja Anda harus berstatus mahasiswa atau staf pengajar untuk bisa ikut vaksinasi di PKM, atau setidaknya orang dalem UI deh. Mmm.. tapi.. yang udah kerja tapi tampang masih mahasiswa, bisa lolos divaksin kok. Seperti saya contohnya (whuaa..), yang niat banget divaksin meskipun kartu mahasiswa udah nggak laku. Mencegah lebih baik daripada mengobati bukan? ;)

---
Penjelasan singkat mengenai hepatitis B bisa dibaca di Hepatitis B Fast Facts. Everything you need to know in 2 minutes or even less! *halah*

Comments:
aku belum pernah sih,,,tapi..takut disuntik..*hiks
 
itu dokter/susternya cakep2x gak luk? ;p wah yang diatas iklan tuh..
 
PENCEGAHAN PENYAKIT BERBAHAYA Hepatitis B

Gejala Hepatitis B

Gejala mirip flu, yaitu hilangnya nafsu makan, mual, muntah, rasa lelah, mata kuning dan muntah serta demam.

Resiko Tertular Penyakit Hepatitis B

1. Penularan dapat melalui jarum suntik atau pisau yang terkontaminasi, transfusi darah dan gigitan manusia.
2. Penggunaan alat-alat kebersihan seperti sikat gigi, gelas, piring makan secara bersama-sama juga bisa menjadi media penularan virus hepatitis B.
3. Umumnya penularan tersebut terjangkit dengan cara pertukaran cairan tubuh
4. Merupakan risiko tertular hepatitis B adalah pecandu narkotika, orang yang mempunyai banyak pasangan seksual.
5. Anggota Militer yang akan melakukan operasi militer atau berada didaerah yang rawan akan kecelakaan atau daerah beresiko tinggi mengalami luka.
6. ibu kepada anak saat melahirkan bayi

Perkiraan para ahli penyakit menular, di dunia setiap tahun sekitar 10 hingga 30 juta orang terjangkit virus hepatitis B
Secara umum penyakit hepatitis B bisa menyerang siapa pun dari semua golongan umur. Tetapi umumnya yang terinfeksi adalah orang pada usia produktif. Keadaan ini tentu merugikan karena usia produktif amat dibutuhkan masyarakat suatu bangsa yang sedang giat melaksanakan pembangunan.

Presiden Perkumpulan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) Prof Dr Laurentius A Lesmana, mengungkapkan tingkat prevalensi penyakit hepatitis B di Indonesia sebenarnya cukup tinggi. Secara keseluruhan jumlahnya mencapai 13,3 juta penderita. Dari sisi jumlah, Indonesia ada di urutan ketiga setelah Cina (123,7 juta) dan India (30-50 juta) penderita. "Tingkat prevalensi di Indonesia antara 5 hingga 10 persen,".

Pada level dunia, penderita hepatitis B memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Menurut Prof Lesmana, jumlah penderita hepatitis B di kawasan Asia Pasifik memang lebih banyak dibandingkan dengan negara-negara Eropa dan Amerika Serikat. Hal itu bisa terjadi karena di Eropa atau Amerika, hepatitis B diderita oleh orang dewasa. Sedangkan di Asia Pasifik umumnya diidap oleh kalangan usia muda.

Pertumbuhan penderita hepatitis B tersebut, lanjut Prof Laurentius dipengaruhi oleh masalah demografi, social dan faktor lingkungan. Di sisi lain juga karena faktor virus yaitu genotip dan mutasi virus. Secara genotip, Indonesia merupakan daerah menonjol untuk jenis hepatitis B dan C.

Menurut Prof Lesmana, pemerintah seharusnya memperhatikan juga penyakit hepatitis B sejajar dengan penyakit ginjal dan penyakit lainnya seperti HIV/AIDS dan flu burung. Pemerintah mestinya memasukkannya ke program Askeskin sehingga bisa meringankan pasien di Indonesia. "Ini yang sedang kita perjuangkan," katanya. (Mangku)
Akibat Penyakit Hepatitis B

Penyakit Hepatitis B yang telah kronis mengakibatkan kerusakan hati. Sifat kekronisan ini telah membawa hati ke tahap sirosis hati akibat virus.
Oleh karena itu hepatitis B adalah satu di antara penyakit menular yang berbahaya. Virus hepatitis menyerang hati dan mengakibatkan peradangan hati. Sebenarnya terdapat tujuh macam virus hepatitis yaitu A, B, C, D, E, F, dan G. Namun di antara ketujuh itu hepatitis B yang berbahaya sebab dapat mengarah menjadi kanker hati penyebab kematian.

Terapi Terkini

Perusahaan farmasi internasional Bristol Myers Squibb pada 14 April 2007 lalu mengumumkan sebuah riset tentang resistensi virus hepatitis B terhadap obat yang diberikan. Bristol mengklaim data yang terkumpul selama 4 tahun (n=663) terakhir menunjukkan insidens resistensi entecavir tetap rendah pada pasien hepatitis B kronik yang belum pernah mendapatkan terapi nukleosida. Entecavir merupakan obat paten yang dikeluarkan oleh Bristol. Obat tersebut merupakan obat resep dokter yang digunakan untuk infeksi virus hepatitis B kronik pada orang dewasa akibat multiplikasi virus yang merusak jaringan hati. Sayangnya belum ada studi penggunaan entecavir untuk penderita di bawah usia 16 tahun.
Pihak Bristol sendiri tak menampik efek penggunaan entecavir meski efikasinya tinggi. Pasien yang mengonsumsi entecavir harus segera memberitahukan ke dokter bila timbul gejala lemah, nyeri otot yang tak wajar, sulit bernapas, nyeri lambung (mual dan muntah), demam, pusing, dan denyut jantung cepat dan tak teratur. Menurut pihak Bristol efek samping tersebut mengindikasikan adanya kondisi serius yang disebut asidosis laktat. Efek samping tersebut merupakan gawat darurat dan harus ditangani di rumah sakit.
Dari analisa riset tersebut, hanya 2 pasien atau kurang dari 1 persen yang mengalami lonjakan virologis akibat resistensi entecavir pada tahun ketiga. Sementara pada tahun keempat tidak ada tambahan pasien yang mengalami resistensi. Sedangkan pada lamivudine, obat etik yang sudah sejak lama digunakan untuk terapi hepatitis B, ditemukan data resistensi terhadap lamivudine terjadi pada 15 persen pasien selama tahun keempat. Riset itu sendiri sudah dipresentasikan pada pertemuan tahunan ke-42 Asosiasi Riset Penyakit Hati Eropa (EASL) di Barcelona, Spanyol.
Menurut riset tersebut resistensi terjadi saat virus bermutasi guna menghindari efek obat. Bagi kalangan ahli penyakit hati hal tersebut tantangan tersendiri karena resistensi dapat menurunkan efikasi obat ketika terapi sedang dilakukan. Hal tersebut tentu membahayakan masa depan pengobatan penyakit hepatitis B.
Prof Lesmana pun mengakui data tersebut. Menurut dia riset atas lamivudine menyatakan pada tahun pertama saja resistenya sudah mencapai 23 persen. Sedangkan pada tahun kelima sudah sebesar 80 persen.
Pada terapi obat oral, sering digunakan dalam jangka waktu lama. Itu sebabnya faktor resistensi menjadi pilihan yang penting. Menurut Prof Lesmana, di Eropa dan Amerika terapi injeksi menjadi pilihan pertama. Terapi tersebut hanya diberikan paling lama setahun. Tetapi menurutnya interferon (injeksi) tersebut dampaknya berupa kerontokan rambut. Itulah sebabnya, di Indonesia pasien hepatitis B lebih memilih terapi oral.
Hal lain yang juga penting diperhatikan, kata Prof Lesmana, masih mahalnya terapi oral. "Harganya bisa Rp 2 juta," katanya. Harga tersebut untuk pengobatan sebulan. Demikian pula interferon yang sekali injeksi Rp 2 juta per minggu selama setahun.
Menurut Prof Lesmana, pemerintah seharusnya memperhatikan juga penyakit hepatitis B sejajar dengan penyakit ginjal dan penyakit lainnya seperti HIV/AIDS dan flu burung. Pemerintah mestinya memasukkannya ke program Askeskin sehingga bisa meringankan pasien di Indonesia. "Ini yang sedang kita perjuangkan," katanya. (Mangku).

ALTERNATIVE EFEKTIF DAN EFISIEN TERHADAP PENCEGAHAN PENYAKIT HEPATITIS B DARI PT BIO FARMA

Rekomendasi penggunaan Vaksin hepatitis B :
Chang MH, Vaccination against viruses, impact on hepatitis B virus and associated diseases , AASLD Postgraduate course 1999, Mencantumkan hasil penelitian bahwa efek proteksi oleh vaksin hepatitis B Rekombinant terhadap penyakit hepatitis B ; menetap selama 10 tahun pada semua subyek , dengan kesimpulan bahwa :
1. Vaksinasi hepatitis B dapat secara efektif menurunkan angka pengidap maupun angka infeksi Virus Hepatitis B .
2. Vaksinasi hepatitis B rekombinant DNA mempunyai efek proteksi jangka panjang terhadap penyakit hepatitis B .
Alternative efektif dan efisien dari PT. Bio Farma ( persero ) :
Sesuai paradigma sehat bahwa “PENCEGAHAN LEBIH BAIK DARI PENGOBATAN” maka vaksinasi merupakan langkah bijak sebagai upaya yang paling efektif dan efisien untuk mencegah penularan penyakit Hepatitis B. Berkenaan dengan hal tersebut, penggunanaan VAKSIN HEPATITIS B DNA Rekombinant Uniject produksi PT. Biofarma akan sangat bermanfaat untuk :
1. Efektif untuk mencegah penularan Hepatitis B.
2. Solusi yang paling hemat biaya untuk memutuskan rantai penularan penyakit Hepatitis B dibandingkan dengan biaya perawatan rumah sakit.
3. Menjaga produktifitas karyawan karena terhindar dari penularan penyakit Hepatitis B yang memerlukan perawatan dan istirahat.
4. Vaksinasi Lebih hemat biaya dibanding terapi obat perorangan (individu).

Spesifikasi Produk
Nama Produk : HBV recombinant (Hepatitis B Vaccine recombinant)
Kandungan HBsAg : 20 mcg/ml
Kemasan : Single dose (Uniject)
Dosis : 1 ml untuk dewasa (> 10 tahun)
 
SUARA MERDEKA
Minggu, 06 Mei 2007 SEMARANG

Penularan Hepatitis Dominan melalui Darah

SEMARANG - Pendapat bahwa penularan penyakit Hepatitis B bisa melalui air liur maupun bekas perangkat dan minum adalah salah. Justru faktor utama penularan penyakit yang menyerang pada fungsi hati itu, lebih melalui darah.

''Kalau melalui hubungan seks dengan penderita, kecil kemungkinan tertular atau sekitar 0,5%,'' kata Dr dokter Rino Alvani Gani SpPD KGEH dari RSUP Cipto Mangunkusumo Jakarta dalam Seminar Fakta Baru tentang Virus Hepatitis B di Indonesia (HBV Facts Indonesia Snapshot), di Thamrin Square yang diselenggarakan Klinik CITO, Sabtu (5/5).

Pembicara lainnya dokter Osman Sianipar DMM MSc SpPK (K) dari RSUP dr Sardjito Yogyakarta.

Seminar diadakan dalam launching penghargaan internasional sertifikat ISO 9001:2000 dari lembaga sertifikasi TUV NORD Indonesia.

Menurut Rino, virus Hepatitis B sekarang ini bermutan sangat cepat. Penularan virus itu terbagi bisa karena tertular dari ibu saat dalam kandungan atau setelah persalinan.

Namun, ada pula karena transfusi darah, tindik telinga, tusuk jarum, penggunaan pisau cukur, dan sikat gigi secara bersama-sama.

Bentuk virus ini lebih serius dibandingkan dengan jenis hepatitis lainnya. Hepatitis merupakan sebuah proses peradangan pada jaringan hati. Orang lebih mengenal hepatitis dengan istilah lever atau sakit kuning.

''Pengertian lever sebenarnya organ hati, bukan penyakit hati. Nama itu berasal dari Belanda. Kalau sakit kuning dapat menimbulkan kerancuan, karena tidak semua sakit kuning adalah penyakit radang hati, tetapi dapat juga karena ada peradangan pada kantung empedu,'' jelas Rino.

Sementara Osman mengatakan, penyakit ini bisa dicegah melalui pemberian vaksin. Bagi pasangan yang akan menikah, pemberian sebuah kekebalan tubuh itu untuk menghambat penularan virus.

''Jadi, wajib hukumnya pemberian vaksin bagi pasangan suami-istri. Apalagi, bila salah satunya penderita Hepatitis B. Jadi, tidak perlu takut,'' kata dia.

Direktur Klinik CITO dokter Dyah Anggraeni MKes SpPK mengatakan, pihaknya pada 2007 ini akan mulai merambah DKI, Jabar, dan Jatim. Dengan mendapatkan ISO 9001:2000, maka pelayanan kepada masyarakat akan terus ditingkatkan. ''Sertifikat ini kali pertama yang kami terima. Segala pelayanan dari penerimaan tamu sampai pemeriksaan laboratorium yang akurat dan presisi, akan kami tingkatkan,'' kata dia usai menerima sertifikasi. (H37-37)
 
SUARA MERDEKA
Minggu, 06 Mei 2007 SEMARANG

Penularan Hepatitis Dominan melalui Darah

SEMARANG - Pendapat bahwa penularan penyakit Hepatitis B bisa melalui air liur maupun bekas perangkat dan minum adalah salah. Justru faktor utama penularan penyakit yang menyerang pada fungsi hati itu, lebih melalui darah.

''Kalau melalui hubungan seks dengan penderita, kecil kemungkinan tertular atau sekitar 0,5%,'' kata Dr dokter Rino Alvani Gani SpPD KGEH dari RSUP Cipto Mangunkusumo Jakarta dalam Seminar Fakta Baru tentang Virus Hepatitis B di Indonesia (HBV Facts Indonesia Snapshot), di Thamrin Square yang diselenggarakan Klinik CITO, Sabtu (5/5).

Pembicara lainnya dokter Osman Sianipar DMM MSc SpPK (K) dari RSUP dr Sardjito Yogyakarta.

Seminar diadakan dalam launching penghargaan internasional sertifikat ISO 9001:2000 dari lembaga sertifikasi TUV NORD Indonesia.

Menurut Rino, virus Hepatitis B sekarang ini bermutan sangat cepat. Penularan virus itu terbagi bisa karena tertular dari ibu saat dalam kandungan atau setelah persalinan.

Namun, ada pula karena transfusi darah, tindik telinga, tusuk jarum, penggunaan pisau cukur, dan sikat gigi secara bersama-sama.

Bentuk virus ini lebih serius dibandingkan dengan jenis hepatitis lainnya. Hepatitis merupakan sebuah proses peradangan pada jaringan hati. Orang lebih mengenal hepatitis dengan istilah lever atau sakit kuning.

''Pengertian lever sebenarnya organ hati, bukan penyakit hati. Nama itu berasal dari Belanda. Kalau sakit kuning dapat menimbulkan kerancuan, karena tidak semua sakit kuning adalah penyakit radang hati, tetapi dapat juga karena ada peradangan pada kantung empedu,'' jelas Rino.

Sementara Osman mengatakan, penyakit ini bisa dicegah melalui pemberian vaksin. Bagi pasangan yang akan menikah, pemberian sebuah kekebalan tubuh itu untuk menghambat penularan virus.

''Jadi, wajib hukumnya pemberian vaksin bagi pasangan suami-istri. Apalagi, bila salah satunya penderita Hepatitis B. Jadi, tidak perlu takut,'' kata dia.

Direktur Klinik CITO dokter Dyah Anggraeni MKes SpPK mengatakan, pihaknya pada 2007 ini akan mulai merambah DKI, Jabar, dan Jatim. Dengan mendapatkan ISO 9001:2000, maka pelayanan kepada masyarakat akan terus ditingkatkan. ''Sertifikat ini kali pertama yang kami terima. Segala pelayanan dari penerimaan tamu sampai pemeriksaan laboratorium yang akurat dan presisi, akan kami tingkatkan,'' kata dia usai menerima sertifikasi. (H37-37)
 
Penyakit Hepatitis B yang telah kronis mengakibatkan kerusakan hati. Sifat kekronisan ini telah membawa hati ke tahap sirosis hati akibat virus.
 
Hello webmaster I like your post! I love the way the people here interact and shared their opinions too. Thanks for the information!
 
order xanax long term side effects xanax xr - xanax overdose cat
 
Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]





<< Home

Archives

July 2004   August 2004   September 2004   October 2004   November 2004   December 2004   January 2005   February 2005   March 2005   April 2005   May 2005   June 2005   July 2005   August 2005   September 2005   October 2005   November 2005   December 2005   February 2006   March 2006   April 2006   May 2006   December 2006   February 2007   May 2007   March 2008   April 2008   May 2008   June 2008   November 2008   January 2009   May 2009   June 2009   December 2009   November 2010  

This page is powered by Blogger. Isn't yours?

Subscribe to Posts [Atom]