Jendela Luluk

Friday, November 19, 2004

 

Kunjungan Ibu-Ibu = "Buruan Kawin!"

Semalam, datang serombongan ibu-ibu dari RT sebelah bersilaturahmi ke rumah. RT sebelah memang terkenal kompak dalam bersosialisasi sehingga silaturahmi keliling kampung saja berombongan. Seperti layaknya ibu-ibu, tiada lain ciri khasnya selain ribuuutt…! Dan sebagai anak perempuan satu-satunya, saya punya kewajiban tidak tertulis untuk selalu menyajikan minum kepada tamu-tamu yang datang.

Setelah ‘ngutek-ngutek’ di dapur, keluarlah satu baki dengan beberapa gelas teh manis hangat ke ruang tamu. Sebenarnya cukup beresiko menyajikan teh manis, karena keakuratan komposisi gula, air dan teh menjadi titik kritis pada hasil akhirnya. Ditambah, harus secepat kilat membuatnya sebelum para tamu pamit.

Nah, betul dugaan saya.
“Ehm.., agak manis ya teh-nya?” komentar satu ibu.
“Ah, punya saya enggak kok” timpal yang lain.
“Wah, jangan-jangan Mbak Luluk pengen cepet kawin nih, hahaha..” seloroh yang lain. (hahh..??!)

Yeeh, kalau masakan terlalu asin yang artinya ingin cepat-cepat kawin saya sering denger, tapi kalau minuman terlalu manis artinya ingin cepat-cepat kawin juga?? Ngarang beneeer… *keki*

Tak lama, salah seorang ibu tiba-tiba teringat ingin meminum air zamzam. Entah darimana awalnya orang-orang tahu ayah saya memang mempunyai persediaan air zamzam pemberian kerabatnya. Uffh… dengan agak enggan saya kembali menghadapi tamu-tamu, kali ini dengan membawa 1 baki dengan beberapa gelas kosong + 1 pitcher air zamzam, dan buru-buru menyingkir. Sayup-sayup terdengar masing-masing ibu mengucapkan do’a dan keinginan sebelum meminumnya. Belakangan terdengar, “Kita do’ain deh yee Mbak Luluk supaya cepet dapet jodoh…”

Nahloh, saya kena lagi. Ada apa sih ini ibu-ibu? Sepanjang yang saya tahu, air zamzam memang salah satu khasiatnya adalah menyembuhkan penyakit, tetapi apakah juga dapat memperpanjang jodoh… saya baru tahu. Wah menarik juga. Bagi siapa saja yang punya referensi buku atau artikel mengenai khasiat air zamzam, kasih tahu ya..

Anyway, saya tidak menemukan ‘sesuatu’ dari semua ini selain mulai sedikit memikirkan ‘masa depan’ (apa coba?). Walaupun, itu juga tidak mudah.

Weleeh, emang dasar ibu-ibu!! Gini hari… ngomongin ‘kawin’ >:-(

~PERINGATAN: SESAMA JOMBLO DILARANG SALING MENCELA ;)


Comments:
kapan mbak? hihihi
 
Gak mau nyela.... :P
Nasibmu sama dengan nasibku... huhuhu
Butuh pertanyaan lain yang lebih kreatip wasaitip
Hehehe
 
salam untuk ibu-ibu itu.
tahun depan kalau minumannya cuma air, komentarnya juga sama, soal kawin. nggak dikasih minum, komentarnya juga sama. jadi? ayo, mainkan energimu. hadapi ibu-ibu itu. :D

 
itu makanya gua gak suka nanyain 'kapan kawin' ke orang, soalnya gua sendiri dah bosen ditanyain gitu.. hehe..
Salam kenal!
 
jawab ajah kapan-kapan, pasti gak salah!
 
hehehe welcome to da club :D
 
ampuh loh air jamjam. gue pernah sakit perut, trus minum air jamjam dan berdoa supaya sakit perut gue sembuh, eh langsung sembuh! gile.

tapi senior gue waktu sma, ule (tia subekti tnt orchestra), pergi umroh dan doa minta jodoh dan minum jamjam. Langsung dapet, tapi yaaah cerai.

Jadi, kesimpulannya...apa dong ?
 
Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]





<< Home

Archives

July 2004   August 2004   September 2004   October 2004   November 2004   December 2004   January 2005   February 2005   March 2005   April 2005   May 2005   June 2005   July 2005   August 2005   September 2005   October 2005   November 2005   December 2005   February 2006   March 2006   April 2006   May 2006   December 2006   February 2007   May 2007   March 2008   April 2008   May 2008   June 2008   November 2008   January 2009   May 2009   June 2009   December 2009   November 2010  

This page is powered by Blogger. Isn't yours?

Subscribe to Posts [Atom]